Minggu, 24 November 2013


What is friend? – what friend is!
Sudah kodratnya manusia ditakdirkan menjadi makhluk sosial(bukan individu)..

Er, terlalu kaku, oke retry
Seperti yang kita tau manusia tidak bisa hidup sendiri didunia ini. Pernyataan tentang “mandiri” oleh anak-anak sekolahan kita rasanya kurang pas dengan arti kata mandiri yang sesungguhnya. Jika ditanya, apa itu mandiri? Anak SD dari yang cewek hingga cowok yang dari absen pertama sampai yang terakhir, baik dari yang peringkat satu sampai yang (maaf) peringkat terakhir mereka serentak mengemukakan pendapat bisa melakukan apa-apa dengan sendiri, And what is the point of this?! Itu jelas-jelas bukan kodrat manusia sebagai makhluk sosial..
Well, sepertinya sedikit melenceng dari pembicaraan. Langsung INTINYA; se-mandiri¬ apapun manusia, tetap tidak bisa melakukan SEMUA HAL SENDIRIAN, *Catat. Bahkan orang paling kaya sedunia tidak bisa menjahit bajunya sendiri.


Semakin melenceng....
Itu pembukanya, sekarang masuk ke materi.
What is friend? What friend is!
Mari kita tanya orang-orang disekitar kita, “Bro, Sist, gimana pendapat kalian tentang teman??”
Tanpa persiapan, mereka secara spontan pasti(presentase kemungkinan 80%++) menjawab teman itu adalah orang yang selalu ada disaat suka maupun duka. Itu terlalu MAINSTREAM. Jawaban yang terlalu umum bagi masyarakat kita, memang nggak ada salahnya, sih! Alasan kanapa kebanyakan berfikir demikian adalah karena POLA PIKIR yang terbentuk adalah teman itu selalu ada pas. . . . .
Setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda, persepsi orang biasanya tergantung pada pengalaman, kepribadian dan psikis masing-masing. Begitupula dalam pengartian arti dari kata “Teman”.
Aku, kamu, kita semua memiliki pendangan yang berbeda, tapi tak apa, perbedaan bukanlah suatu penghalang.
Sebelumnya, mari kita simak dulu beberapa jenis teman dari sudut pandang tertentu.

1. Teman yang KYB
Yang lagi nge-trend dikalangan anak muda jaman sekarang, yaitu KYB(red: konco yen butuh  teman kalo lagi butuh). Sebelumnya saya bertanya pada salah seorang teman, apa pendapat anda terhadap teman KYB? Simple aja, ngeselin.
Emang sih ngeselin, bukti ini mematahkan pendapat tentang teman adalah. . . .(isi sendiri). Tapi jangan memandang sesuatu hal sebelah mata. Satu sisi, KYB menjadi hal yang sangat dibenci beberapa kalangan yang bertindak sebagai objek KYB, karena mereka datang Cuma pas butuh, pas nggak butuh lupa. Tapi disisi lain, menjadi objek korban KYB menjadikan kita manusia yang bereguna bagi sesama . Ayolah bukankah bisa menolong sesorang itu menjadi sebuah kepuasan tersendiri bagi kita? Kalau dipikir-pikir, jika kita dipaksa memilih; meminta bantuan dengan memberi bantuan; kebanyakan kita akan menjawab memberi bantuan. Alasannya? Kalian pasti sudah tau alasan memberi bantuan>meminta bantuan.
Jadi kalau kita di-KYB-in, tinggal kita bantuin aja, masalah mereka nggak ada pas lagi nggak butuh, itu urusan mereka, lagian emang enak kalo kita berteman tapi dianggurin, malah lebih nggak enak juga.


2. Temen UMBEL temen TISU
Sumber inspirasi dari kata umbel(red: ingus) adalah kaena teksturnya yang kental dan tisu, kenapa tisu? Karena tisu itu tipis, lebarnya Cuma 0,0sekian cm. Banyak yang pernah bilang “Konco Kentel” ada juga yang pernah bilang “Konco Tipis”.
Yah, mereka berdua memang selal beriringan. Ada banyak alasan yang membuat sesorang menganggap sesorang yang lain adalah teman kental dan seseorang yang lain lagi adalah teman tipis. Kembali lagi itu adalah PERSEPSI ORANG.
Aku, Kamu dan Kita semua (mungkin) menganggap yang namanya teman kentel itu teman yang sesuatu banget buat kita dalam banyak aspek dan temen tisu itu temen yang sebatas kenal, iya kenal Cuma tau sebatas namanya A namanya B kelas A kelas B sekolah A sekolah B dan masih banyak lagi A & B dalam berbagai kategori.
Perlu DIINGAT! Sesuatu yang berlebihan itu bukan hal yang baik. Terutama dalam sebuah ikatan persahabatan, memiliki hubungan persahabatan yang terlalu KUAT membuat lebih mudah putus ikatan itu sendiri.
Kita terlalu menaruh kepercayaan pada teman kental kita, tapi karena suatu hal yang kecil, sekecil kuman diseberang pulau kepercayaan itu rusak. Kerusakkan yang ditimbulkan lebih parah daripada dikhianati ribuan kali oleh ‘teman tisu’. Memprihatinkan.
Mari kita refresh. Sebuah persepsi, sebuah filosof kecil mengatakan
“Yang namanya ingus, sekali saja menyakiti sesorang, rasa gangguan yang ditimbulkan akan sangat besar, hingga akhirnya seseorang harus menggunakan tisu untuk menghapusnya.”
Dan juga
“setipis apapun sebuah tisu, yang namanya tisu pasti ada untuk menghapus air mata.”
Memang berlawanan, tapi mari kita pikirkan. Apakah selama ini orang yang selalu kita anggap teman dekat yang selalu membuat kita tersenyum atau malah sebaliknya. Yang ditekankan disini adalah, jangan menganggap teman dengan menggolongkan mereka sebagai TEMAN KENTAL DAN TEMAN TIPIS! Kawan, itu menyakitkan. teman ya teman, jangan terlalu dipaksakan keegoisan kita.

3. Pertemanan. Sebuah ikatan
Topik awal, apa itu teman. Teman adalah orang yang selalu ada pada saat suka maupun duka. Kurang lebih demikian persepsi kebanyakan orang. OK mari kita coret.
Teman adalah orang yang selalu ada pada saat suka maupun duka.
KENAPA? Karena Apa? Karena tidak semua yang kita anggap teman itu selalu ada dalam dua keadaan tersebut. Lalu, tidak semua yang ada dikeadaan tersebut selalu kita anggap teman.
Jangan terlalu mengedepankan egois kita, kita tidak bisa memaksa seseorang untuk ada disamping kita disaat kita dalam keadaan susah, apalagi bukankah dalam keadaan senang kita juga sering melupakan mereka? So, buang jauh –jauh !
Jika ditarik kesimpulan (entah apa memang bisa disimpulkan) dari beberapa patah kalimat diatas. Teman – itu – adalah..
Seseorang yang kita peduli terhadapnya dan ia peduli dengan kita. Saling terikat dan mengikat, tidak perlu selalu ada disisi kita, selama ikatan itu masih terjaga, kehadiran dan ketidak-hadiran-nya akan tetap berarti

[closing]
Sebenarnya, itu semua adalah sekelompok persepsi pribadi. Tidak perlu dipaksakan, setiap orang memiliki pandangan masing-masing.
Aku, kamu dan kita memiliki persepsi yang berbeda, jadi semua tergantung pandangan kita ^^

Bagikan ke :

Facebook Google+ Twitter Digg Technorati Reddit
Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Posting Komentar